Konfigurasi dasar cisco

Konfigurasi dasar cisco


Mari kita belajar bersama untuk mencari tahu cara mengkonfigurasi Cisco router. Sebelum lanjut kita akan membahas tentang Cisco ya disco merupakan sebuah perangkat jaringan yang biasa digunakan untuk memanagement jaringan.

Sebelum kita memulai konfigurasi Cisco router kita harus menata terlebih dahulu yaitu mode biasanya dibagi menjadi tiga mode yaitu: mode user mode, privilege mode, dan Global configuration mode.

Mode akses 

1. Mode penguna (user mode)
Mode user ini biasanya muncul di awal konfigurasi. Pada saat mode user anda akan melihat tanda router> . Pada saat mode ini
hanya bisa melihat informasi dasar pada router.

Router>

2. Privileged Mode
Untuk memasuki Privileged Mode cukup ketik perintah enable pada user mode router >enable.
Di mode ini kalian bisa melihat dan menyimpan konfigurasi yang sudah kita buat.

Router>enable
Router #

3. Global configurasi mode
untuk memasuki mode ini cukup mengetik configure terminal.

Router #conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Konfigurasi dasar Cisco

1. Konfigurasi Hostname 
Konfigurasi ini di gunakan untuk mengindentifikasi  router Cisco di dalam jaringan.
Router>enable
Router #conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router (Config) #hostname R1
R1 (Config) #
2.konfigurasi password
ini di lakukan untuk menjaga router Cisco kita dari orang yang tidak berhak, untuk mengkonfigurasi router Cisco kita. 

Enable password [kata_sandi] untuk memasuki mode privileged

R1>en
R1#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R1(config)#enable password abc

Ini adalah hasilnya untuk hasil konfigurasi yang sudah dilakukan, jadi kita sebelum masuk ke mode privilege kita harus memasukkan password yang kita setting yaitu passwordnya abc.


3. Menambahkan IP address pada router Cisco
Kita selanjutnya akan mengkonfigurasi IP address untuk langkah-langkahnya kalian bisa simak cara berikut ini di bawah ini.

R1(config) # interface fast ethernet 0/0
R1 (config) # ip address 192.168.100.1 255.255.255.0
R1 (config) #

Penyebutan interface fast ethernet merujuk pada port yang ingin ditambahkan IP address.

4. Menyimpan configurasi
Setelah kita melakukan konfigurasi kita harus menyimpan file yang sudah dikonfigurasi agar kalau terjadinya atau router pada Cisco kita misalnya mati lampu itu konfigurasi tidak hilang untuk langkah-langkahnya kalian bisa lihat berikut ini.

R1 (config) #
R1 (config) #exit
R1 # write
Building configuration...
[ok]

Setelah muncul tulisan oke berarti konfigurasi kita sudah tersimpan.

5. Lihat konfigurasi
Untuk melihat konfigurasi biasanya kita menggunakan show 
R1 # show startup-config Using 850 bytes
! version 12.4.3
no service timestamps log datetime msec
no service timestamps debug datetime msec
no service password-encryption
!
hostname R1
!
!
!
enable secret 5 $1$mERr$bmas.R1n8VP6RVcpQIqsk0
enable password pcnetpass
!
!
!
!
!
!
ip cef
no ipv6 cef
!
!

!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
spanning-tree mode pvst
!
!
!
!
!
!
interface FastEthernet0/0
ip address 192.168.100.1 255.255.255.0 duplex auto speed auto
! interface FastEthernet0/1 ip address 20.0.0.1 255.255.255.0 duplex auto speed auto
!
interface Vlan1 no ip address shutdown
!
ip classless
!
ip flow-export version 9
!
!
!
!
!
!
!
!
line con 0
exec-timeout 5 0
password abc
login
! line aux 0
! line vty 0 4
exec-timeout 5 0
password abc
login
!
!
!
end


6. Selanjutnya kita akan mereset Cisco


#erase startup-config
Erasing the nvram filesystem will remove all configuration files! Continue? [confirm]
[OK]

Dan ya Cisco router Anda balik ke setelan pabrik

Dan berikut adalah konfigurasi dasar Cisco untuk lebih lanjut kita akan membahas selanjutnya dan juga terima kasih telah membaca dan semangat untuk belajar untuk meraih masa depan oke sekian dari saya mohon maaf atas kekurangannya mohon maaf sebesar-besarnya dan Mohon untuk dikoreksi jika saya salah silakan tinggalkan komentar di bawah ini.

Komentar